1Khayrābād dan keluarganya
Khayrābād terletak sekitar 75 km di utara Lucknow, di provinsi lama Awadh. TDV İslâm Ansiklopedisi melaporkan bahwa Shāh Jahān menyebutnya “Shiraz-nya India”, dan sejak abad ketujuh belas kota ini memiliki keluarga-keluarga ulama dan sufi sendiri. Faḍl-i Imām lahir dan dibesarkan di sana; baik Nuzhat al-khawāṭir maupun sumber lain yang diperiksa tidak menyebut tahunnya.
Keluarganya mengaku sebagai keturunan khalifah ʿUmar, karena itu bernama al-ʿUmarī. Sebuah kajian berbahasa Urdu tentang keluarga ini (Al-Qamar, 2023) menelusurinya sampai kepada dua bersaudara yang datang dari Iran ke India; yang satu memegang jabatan muftī di Rohtak, sedangkan yang lain menetap di Badāyūn; Faḍl-i Imām adalah keturunan yang kedua. Nuzhat al-khawāṭir menyebutnya al-Harkāmī (dari Hargām) “kemudian al-Khayrābādī”, dan TDV mengatakan bahwa ibunya adalah saudara perempuan Mullā Abū al-Wāʿiẓ Hargāmī, salah seorang ulama yang menyusun kumpulan hukum Mughal al-Fatāwā al-ʿĀlamgīriyya.
2Pendidikannya
Faḍl-i Imām belajar di Khayrābād kepada Muftī ʿAbd al-Wājid (w. 1216/1802). Melaluinya, seperti ditunjukkan Asad Q. Ahmed, ia mewarisi pengajaran Sandīla dan Farangī Maḥall di Lucknow, keluarga Mullā Niẓām al-Dīn yang namanya dipakai untuk jenjang pelajaran madrasah Dars-i Niẓāmī, bersama pengajaran para ulama Gūpāmaw dan Khayrābād yang telah mendidik Qāḍī Mubārak, pensyarah Sullam al-ʿulūm karya Muḥibb Allāh al-Bihārī yang paling banyak dibaca.
Nuzhat al-khawāṭir merangkum keilmuannya dalam dua kalimat. Dalam dan filsafat ia “sendirian sebagai imam zamannya, dan tidak seorang pun dari sejawatnya membantahnya”; tetapi ia “sedikit keahliannya dalam fikih dan hadis”. Penilaian ini berasal dari seorang penulis biografi yang lebih kemudian, ʿAbd al-Ḥayy al-Ḥasanī, tetapi sesuai dengan corak karya-karyanya, yang hampir semuanya tentang mantiq dan filsafat.

3Dalam dinas Kompeni di Delhi
Sebagian besar masa dewasanya ia habiskan di Delhi; Ahmed menulis bahwa ia tiba di sana sesudah 1218/1803. Menurut TDV, ia diangkat menjadi muftī dan ṣadr al-ṣudūr (Al-Qamar: mula-mula muftī, lalu ṣadr al-ṣudūr), pejabat hukum India tertinggi dalam pemerintahan Kompeni di Delhi. Jabatan ini memberi pertimbangan tentang pemilihan para qāḍī dan memeriksa banyak permohonan dari para ulama dan keluarga-keluarga keagamaan untuk mendapat tanah dan tunjangan. Malik menyebutnya ṣadr al-ṣudūr pertama Kompeni di Delhi, dan TDV mengatakan bahwa ia adalah ulama Muslim India pertama yang menerima jabatan itu. Nuzhat al-khawāṭir mengatakannya lebih singkat: ia “mengabdi kepada pemerintah Inggris di kota Delhi sampai ia menerima uang pensiun”.
Jamal Malik mencatat bahwa kalangan Khayrābādī termasuk elite lama pegawai Mughal: mereka bekerja untuk Kompeni, tetapi tetap dekat dengan istana Mughal dan kritis terhadap kekuasaan Inggris. Putra Faḍl-i Imām, Faḍl-i Ḥaqq, juga masuk dinas Inggris di Delhi, dan surat-surat yang ia tulis kepada ayahnya pada tahun 1234–1237 (1818–1822) masih ada.
Di samping jabatannya ia mengajar dan filsafat. Murid-muridnya yang paling terkenal adalah putranya Faḍl-i Ḥaqq; Ṣadr al-Dīn Āzurda, yang menggantikannya sebagai ṣadr al-ṣudūr ketika ia pensiun, mungkin pada tahun 1827; dan sufi Ghawth ʿAlī Shāh Pānīpatī. Basis data biografi tarājim.com, yang menghubungkan entri-entri Nuzhat al-khawāṭir, mendaftar murid-murid lain, di antaranya Karāmat ʿAlī Isrāʾīlī dari Delhi dan Sanāʾ al-Dīn dari Badāyūn.
4Tahun-tahun terakhir dan wafatnya
Sesudah meninggalkan dinas Kompeni, menurut TDV dan Al-Qamar, ia sebentar menjabat sebagai menteri penguasa Patiala di Punjab, lalu pensiun ke Khayrābād, tempat ia wafat dan dimakamkan.
Tahun wafatnya disebut dengan dua cara. Nuzhat al-khawāṭir memberikan 5 Dhū al-Qaʿda 1243 (Mei 1828), dan tajuk Library of Congress “d. 1827 or 1828” mengikuti riwayat yang sama. TDV memberikan 1244/1829, dan Al-Qamar memberikan 5 Dhū al-Qaʿda 1244 (Mei 1829): hari dan bulan yang sama, setahun kemudian. Ahmed menulis “1244/1828 or 29”, dan edisi Karachi al-Mirqāt tahun 2015 mencetak kedua tahun itu di halaman judulnya. Sumber-sumber yang diperiksa tidak memungkinkan untuk memutuskannya.
5Karya-karyanya
Selain al-Mirqāt, hampir semua karya Faḍl-i Imām membahas kitab-kitab tingkat lanjut dalam pelajaran dan filsafat India dan tampaknya tetap berupa naskah. Nuzhat al-khawāṭir dan TDV menyebut sebuah ringkasan al-Shifāʾ karya Ibnu Sina dan hasyiyah-hasyiyah atas dua hasyiyah Mīr Zāhid, yaitu hasyiyahnya atas risalah Quṭb al-Dīn al-Rāzī tentang dan dan hasyiyahnya atas al-Dawānī terhadap al-Tahdhīb. TDV dan Al-Qamar menambahkan sebuah syarah atas (Badīʿ) al-mīzān, dan Ahmed melaporkan syarah-syarah atas syarah Qāḍī Mubārak terhadap al-Sullam dan atas al-Ufuq al-mubīn karya Mīr Dāmād, meskipun ia tidak dapat menemukan salinan yang terakhir ini.
Ia juga menulis dalam bahasa Persia: Āmadnāma, buku dasar tentang mashdar untuk para pemula, yang bagian terakhirnya memuat riwayat hidup singkat ulama Awadh (diterbitkan oleh A. S. Bazmee Ansari sebagai Tarājim al-fuḍalāʾ, Karachi 1956), dan versi Persia dari sejarah Ghaznawi karya al-ʿUtbī, al-Tārīkh al-Yamīnī. Nuzhat al-khawāṭir mengutip Āmadnāma sebagai sumbernya untuk tanggal wafat gurunya.
Al-Mirqāt adalah satu-satunya karyanya yang menjadi terkenal luas. TDV mengatakan bahwa kitab ini terutama berdasarkan al-Risāla al-Shamsiyya karya al-Kātibī dan Tahdhīb al-manṭiq karya al-Taftāzānī, bahwa cucunya ʿAbd al-Ḥaqq menulis atasnya, dan bahwa kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu.
Sources (7)
- ʿAbd al-Ḥayy al-Ḥasanī, Nuzhat al-khawāṭir: entry ‘Mawlānā Faḍl Imām al-Khayrābādī’ and linked student entries (tarājim.com)
- A. S. Bazmee Ansari, ‘Fazl-ı İmâm Hayrâbâdî’, TDV İslâm Ansiklopedisi 12 (1995), 274
- Asad Q. Ahmed, Palimpsests of Themselves: Logic and Commentary in Postclassical Muslim South Asia (University of California Press, 2022)
- Jamal Malik, ‘Letters, prison sketches and autobiographical literature: the case of Fadl-e-Haqq Khairabadi in the Andaman Penal Colony’, IESHR 43/1 (2006)
- Farooq Amir et al., ‘Khayrābādī khāndān kī ʿilmī o taṣnīfī khidmāt’ (Urdu), Al-Qamar 6/1 (2023), 287–300
- al-Mirqāt, with al-Ḥāshiya al-mufīda (Karachi: Maktabat al-Madīna, 2015), title page and introduction
- Penn Libraries catalogue: al-Mirqāh al-mīzāniyya, Delhi 1886 (author heading ‘d. 1827 or 1828’)
