Beranda / Tashdiq / Qiyas istitsna'i
Terkunci
Qiyas istitsna'i القِيَاسُ الاسْتِثْنَائِيّ
BerandaTashdiq · Qiyas · 3 dari 6
Qiyas istitsna'i
al-qiyās al-istithnāʾī
القِيَاسُ الاسْتِثْنَائِيّ
adalah yang kesimpulannya, atau kesimpulannya, disebutkan dalam .
Penjelasan
Ia menggabungkan dengan muqaddimah yang diawali kata “tetapi”: “Jika matahari telah terbit, maka hari telah siang; tetapi matahari telah terbit; maka hari telah siang.”
Juga ditulis: istitsnai, istisna'i.
Dalam teks
وَهُوَ إِمَّا اقْتِرَانِيٌّ كَقَوْلِنَا: كُلُّ جِسْمٍ مُؤَلَّفٌ، وَكُلُّ مُؤَلَّفٍ حَادِثٌ، فَكُلُّ جِسْمٍ حَادِثٌ؛ وَإِمَّا اسْتِثْنَائِيٌّ كَقَوْلِنَا: إِنْ كَانَتِ الشَّمْسُ طَالِعَةً فَالنَّهَارُ مَوْجُودٌ، لَكِنِ النَّهَارُ لَيْسَ بِمَوْجُودٍ، فَالشَّمْسُ لَيْسَتْ بِطَالِعَةٍ.Ia adakalanya iqtirani, seperti “Setiap jisim itu tersusun, dan setiap yang tersusun itu baharu, maka setiap jisim itu baharu”; dan adakalanya istitsna'i, seperti “Jika matahari telah terbit, maka hari telah siang; tetapi hari belum siang, maka matahari belum terbit.”وَأَمَّا الْقِيَاسُ الِاسْتِثْنَائِيُّ فَالشَّرْطِيَّةُ الْمَوْضُوعَةُ فِيهِ إِنْ كَانَتْ مُتَّصِلَةً، فَاسْتِثْنَاءُ عَيْنِ الْمُقَدَّمِ يُنْتِجُ عَيْنَ التَّالِي، كَقَوْلِنَا: إِنْ كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ حَيَوَانٌ، لَكِنَّهُ إِنْسَانٌ، فَهُوَ حَيَوَانٌ.Adapun qiyas istitsna'i: jika syarthiyyah di dalamnya berupa muttashilah, maka menetapkan muqaddam menghasilkan tali, seperti “Jika ini manusia, maka ia hewan; tetapi ia manusia, maka ia hewan.”وَاسْتِثْنَاءُ نَقِيضِ التَّالِي يُنْتِجُ نَقِيضَ الْمُقَدَّمِ، كَقَوْلِنَا: إِنْ كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ حَيَوَانٌ، لَكِنَّهُ لَيْسَ بِحَيَوَانٍ، فَلَا يَكُونُ إِنْسَانًا؛Dan menetapkan naqidh tali menghasilkan naqidh muqaddam, seperti “Jika ini manusia, maka ia hewan; tetapi ia bukan hewan, maka ia bukan manusia.”وَإِنْ كَانَتْ مُنْفَصِلَةً فَاسْتِثْنَاءُ عَيْنِ أَحَدِ الْجُزْءَيْنِ يُنْتِجُ نَقِيضَ التَّالِي، كَقَوْلِنَا: الْعَدَدُ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌ، لَكِنَّهُ زَوْجٌ، يُنْتِجُ: أَنَّهُ لَيْسَ بِفَرْدٍ، أَوْ لَكِنَّهُ فَرْدٌ، يُنْتِجُ: أَنَّهُ لَيْسَ بِزَوْجٍ، وَاسْتِثْنَاءُ نَقِيضِ أَحَدِهِمَا يُنْتِجُ عَيْنَ الثَّانِي.Jika ia berupa munfashilah, maka menetapkan salah satu dari kedua bagiannya menghasilkan naqidh bagian yang lain, seperti “Bilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil; tetapi ia genap”, yang menghasilkan “Ia tidak ganjil”; atau “tetapi ia ganjil”, yang menghasilkan “Ia tidak genap.” Dan menetapkan naqidh salah satunya menghasilkan bagian yang lain.Istilah terkait
Latihan
Uji dirimu tentang Qiyas.
Ke latihan · 16 soalUji dirimu
3 soal. Dengan nilai 6 dari 10 atau lebih (dua bintang), istilah berikutnya terbuka.
Soal 1
Apa ciri qiyas istitsna'i?
Dalam “Jika matahari telah terbit, maka hari telah siang; tetapi matahari telah terbit; maka hari telah siang”, kesimpulan “hari telah siang” sudah disebutkan di dalam .
Soal 2
“Jika ini logam, maka ia jisim; tetapi ia bukan jisim.” Apa kesimpulannya?
Menetapkan menghasilkan naqidh : seandainya ia logam, tentu ia , padahal ia bukan jisim.
Soal 3
“Bilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil; tetapi ia tidak ganjil.” Apa kesimpulannya?
العَدَدُ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌ، لَكِنَّهُ لَيْسَ بِفَرْدٍ
Pada seperti ini, menetapkan salah satu bagiannya menghasilkan bagian yang lain: bilangan yang tidak ganjil adalah genap.
Berikutnya: Hadd awsath الحَدُّ الأَوْسَط
Lanjutkan →