Beranda / Tashdiq / Qiyas iqtirani
Terkunci
Qiyas iqtirani القِيَاسُ الاقْتِرَانِيّ
BerandaTashdiq · Qiyas · 2 dari 6
Qiyas iqtirani
al-qiyās al-iqtirānī
القِيَاسُ الاقْتِرَانِيّ
adalah yang kesimpulannya, maupun kesimpulannya, tidak disebutkan dalam .
Dalam gambar
Penjelasan
“Setiap manusia adalah hewan; setiap hewan adalah ; maka setiap manusia adalah jisim.” Kesimpulannya disusun dari itu, bukan disebut langsung di dalamnya.
Juga ditulis: iqtirani.
Dalam teks
وَهُوَ إِمَّا اقْتِرَانِيٌّ كَقَوْلِنَا: كُلُّ جِسْمٍ مُؤَلَّفٌ، وَكُلُّ مُؤَلَّفٍ حَادِثٌ، فَكُلُّ جِسْمٍ حَادِثٌ؛ وَإِمَّا اسْتِثْنَائِيٌّ كَقَوْلِنَا: إِنْ كَانَتِ الشَّمْسُ طَالِعَةً فَالنَّهَارُ مَوْجُودٌ، لَكِنِ النَّهَارُ لَيْسَ بِمَوْجُودٍ، فَالشَّمْسُ لَيْسَتْ بِطَالِعَةٍ.Ia adakalanya iqtirani, seperti “Setiap jisim itu tersusun, dan setiap yang tersusun itu baharu, maka setiap jisim itu baharu”; dan adakalanya istitsna'i, seperti “Jika matahari telah terbit, maka hari telah siang; tetapi hari belum siang, maka matahari belum terbit.”وَالْقِيَاسُ الِاقْتِرَانِيُّ يَتَرَكَّبُ إِمَّا مِنَ الْحَمْلِيَّتَيْنِ كَمَا مَرَّ؛ وَإِمَّا مِنَ الْمُتَّصِلَتَيْنِ كَقَوْلِنَا: إِنْ كَانَتِ الشَّمْسُ طَالِعَةً فَالنَّهَارُ مَوْجُودٌ، وَإِنْ كَانَ النَّهَارُ مَوْجُودًا فَالأَرْضُ مُضِيئَةٌ، يُنْتِجُ: إِنْ كَانَتِ الشَّمْسُ طَالِعَةً فَالأَرْضُ مُضِيئَةٌ؛Qiyas iqtirani tersusun adakalanya dari dua hamliyyah, seperti di atas; atau dari dua muttashilah, seperti “Jika matahari telah terbit, maka hari telah siang; dan jika hari telah siang, maka bumi terang”, yang menghasilkan “Jika matahari telah terbit, maka bumi terang”;وَإِمَّا مِنَ الْمُنْفَصِلَتَيْنِ كَقَوْلِنَا: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌ، وَكُلُّ زَوْجٍ فَهُوَ إِمَّا زَوْجُ الزَّوْجِ أَوْ زَوْجُ الْفَرْدِ، يُنْتِجُ: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا فَرْدٌ أَوْ زَوْجُ الزَّوْجِ أَوْ زَوْجُ الْفَرْدِ.atau dari dua munfashilah, seperti “Setiap bilangan adakalanya genap, adakalanya ganjil; dan setiap bilangan genap adakalanya genap-genap, adakalanya genap-ganjil”, yang menghasilkan “Setiap bilangan adakalanya ganjil, genap-genap, atau genap-ganjil”;أَوْ مِنْ حَمْلِيَّةٍ وَمُتَّصِلَةٍ، كَقَوْلِنَا: كُلَّمَا كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ حَيَوَانٌ، وَكُلُّ حَيَوَانٍ جِسْمٌ، يُنْتِجُ: كُلَّمَا كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ جِسْمٌ؛atau dari hamliyyah dan muttashilah, seperti “Setiap kali ini manusia, maka ia hewan; dan setiap hewan adalah jisim”, yang menghasilkan “Setiap kali ini manusia, maka ia jisim”;وَإِمَّا مِنْ حَمْلِيَّةٍ وَمُنْفَصِلَةٍ، كَقَوْلِنَا: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌ، وَكُلُّ زَوْجٍ فَهُوَ مُنْقَسِمٌ بِمُتَسَاوِيَيْنِ، يُنْتِجُ: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا فَرْدٌ أَوْ مُنْقَسِمٌ بِمُتَسَاوِيَيْنِ؛atau dari hamliyyah dan munfashilah, seperti “Setiap bilangan adakalanya genap, adakalanya ganjil; dan setiap bilangan genap terbagi menjadi dua bagian yang sama”, yang menghasilkan “Setiap bilangan adakalanya ganjil, adakalanya terbagi menjadi dua bagian yang sama”;أَوْ مِنْ مُتَّصِلَةٍ وَمُنْفَصِلَةٍ، كَقَوْلِنَا: كُلَّمَا كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ حَيَوَانٌ، وَكُلُّ حَيَوَانٍ فَهُوَ إِمَّا أَبْيَضُ أَوْ أَسْوَدُ، يُنْتِجُ: كُلَّمَا كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ إِمَّا أَبْيَضُ أَوْ أَسْوَدُ.atau dari muttashilah dan munfashilah, seperti “Setiap kali ini manusia, maka ia hewan; dan setiap hewan adakalanya putih, adakalanya hitam”, yang menghasilkan “Setiap kali ini manusia, maka ia adakalanya putih, adakalanya hitam.”Istilah terkait
Latihan
12 soal tentang istilah ini, dalam latihan Qiyas.
Ke latihan · 16 soalUji dirimu
3 soal. Dengan nilai 6 dari 10 atau lebih (dua bintang), istilah berikutnya terbuka.
Soal 1
Apa ciri qiyas iqtirani?
Dalam , kesimpulan dirangkai dari , bukan dikutip dari dalamnya.
Soal 2
Manakah yang merupakan qiyas iqtirani?
Kesimpulannya, “Setiap logam itu tersusun”, tidak disebutkan dalam mana pun; pada dua yang lain, kesimpulan atau -nya sudah disebutkan di dalam muqaddimah “jika”.
Soal 3
“Jika matahari telah terbit, maka hari telah siang; dan jika hari telah siang, maka bumi terang” menghasilkan “Jika matahari telah terbit, maka bumi terang.” Apa yang ditunjukkan hal ini?
إِنْ كَانَتِ الشَّمْسُ طَالِعَةً فَالنَّهَارُ مَوْجُودٌ، وَإِنْ كَانَ النَّهَارُ مَوْجُودًا فَالأَرْضُ مُضِيئَةٌ
Al-Abharī menunjukkan bahwa bisa disusun dari dua , dua , atau pasangan campuran, selain dari dua .
Berikutnya: Qiyas istitsna'i القِيَاسُ الاسْتِثْنَائِيّ
Lanjutkan →