Beranda / Indian path · level 2 / Pelajaran 12 dari 25

Terkunci

Qadhiyyah muwajjahah murakkabah

Kembali ke Tingkat 3

Preview

A look at lesson 12 of level 2. Level 2 opens after level 1; until then you can read this lesson, but its test and the way on stay closed.

Indian path · level 2 · al-Mirqāt · Pelajaran 12 dari 25

Qadhiyyah muwajjahah murakkabah

Qadhiyyah

القَضَايَا

Arabic text after the print of Deoband after 1336/1917 · translation by The Mantiqi, draft

About this text

al-Mirqāt المِرْقاة

Faḍl-i Imām Khayrābādī (d. 1243 or 1244/1828–29)

Text
Arabic: al-Mirqāt, with al-Shīrkūtī's gloss al-Mirʾāt (gloss not reproduced), checked against the Delhi print of 1286/1869 (Sayyid al-Maṭābiʿ); vowel marks added by The Mantiqi (draft), Kutub Khāna Iʿzāziyya, Deoband after 1336/1917 View the scan
Translation
The Mantiqi's own; a draft.
Review
Draft, awaiting review by Ustadh Muhammad Yusuf.

Teks Faḍl-i Imām Khayrābādī

فصل في المركبات

المُرَكَّبَةُ قَضِيَّةٌ رُكِّبَتْ حَقِيقَتُها مِن إيجابٍ وسَلْبٍ، والاعْتِبارُ في تَسْمِيَتِها مُوجَبَةً أو سالِبَةً لِلْجُزْءِ الأوَّلِ؛ فإنْ كانَ الجُزْءُ الأوَّلُ مُوجَبًا كقَوْلِكَ: «بالضَّرُورَةِ كُلُّ كاتِبٍ مُتَحَرِّكُ الأصابِعِ ما دامَ كاتِبًا لا دائِمًا» سُمِّيَتْ مُوجَبَةً، وإنْ كانَ الجُزْءُ الأوَّلُ سالِبًا كقَوْلِنا: «بالضَّرُورَةِ لا شَيْءَ مِنَ الكاتِبِ بساكِنِ الأصابِعِ ما دامَ كاتِبًا لا دائِمًا» سُمِّيَتْ سالِبَةً. ومِنَ المُرَكَّباتِ المَشْرُوطَةُ الخاصَّةُ، وهي المَشْرُوطَةُ العامَّةُ مَعَ قَيْدِ اللّادَوامِ بحَسَبِ الذّاتِ، ومَرَّ مِثالُها إيجابًا وسَلْبًا. ومِنْها العُرْفِيَّةُ الخاصَّةُ، وهي العُرْفِيَّةُ العامَّةُ مَعَ قَيْدِ اللّادَوامِ بحَسَبِ الذّاتِ، كما تَقُولُ: «دائِمًا كُلُّ كاتِبٍ مُتَحَرِّكُ الأصابِعِ ما دامَ كاتِبًا لا دائِمًا» و«دائِمًا لا شَيْءَ مِنَ الكاتِبِ بساكِنِ الأصابِعِ ما دامَ كاتِبًا لا دائِمًا». ومِنْها الوُجُودِيَّةُ اللّاضَرُورِيَّةُ، وهي المُطْلَقَةُ العامَّةُ مَعَ قَيْدِ اللّاضَرُورَةِ بحَسَبِ الذّاتِ، كقَوْلِنا: «كُلُّ إنْسانٍ كاتِبٌ بالفِعْلِ لا بالضَّرُورَةِ» في الإيجابِ، و«لا شَيْءَ مِنَ الإنْسانِ بكاتِبٍ بالفِعْلِ ولا بالضَّرُورَةِ» في السَّلْبِ. ومِنْها الوُجُودِيَّةُ اللّادائِمَةُ، وهي المُطْلَقَةُ العامَّةُ مَعَ قَيْدِ اللّادَوامِ بحَسَبِ الذّاتِ، كقَوْلِكَ في الإيجابِ: «كُلُّ إنْسانٍ ضاحِكٌ بالفِعْلِ لا دائِمًا»، وقَوْلِكَ في السَّلْبِ: «لا شَيْءَ مِنَ الإنْسانِ بضاحِكٍ بالفِعْلِ لا دائِمًا». ومِنْها الوَقْتِيَّةُ، وهي الوَقْتِيَّةُ المُطْلَقَةُ إذا قُيِّدَ باللّادَوامِ بحَسَبِ الذّاتِ، كقَوْلِنا: «بالضَّرُورَةِ كُلُّ قَمَرٍ مُنْخَسِفٌ وَقْتَ حَيْلُولَةِ الأرْضِ بَيْنَهُ وبَيْنَ الشَّمْسِ لا دائِمًا» و«بالضَّرُورَةِ لا شَيْءَ مِنَ القَمَرِ بمُنْخَسِفٍ وَقْتَ التَّرْبِيعِ لا دائِمًا». ومِنْها المُنْتَشِرَةُ، وهي المُنْتَشِرَةُ المُطْلَقَةُ المُقَيَّدَةُ باللّادَوامِ بحَسَبِ الذّاتِ، مِثالُها: «بالضَّرُورَةِ كُلُّ إنْسانٍ مُتَنَفِّسٌ في وَقْتٍ ما لا دائِمًا» و«بالضَّرُورَةِ لا شَيْءَ مِنَ الإنْسانِ بمُتَنَفِّسٍ وَقْتًا ما لا دائِمًا». ومِنْها المُمْكِنَةُ الخاصَّةُ، وهي الّتي حُكِمَ فيها بارْتِفاعِ الضَّرُورَةِ المُطْلَقَةِ عن جانِبَيِ الوُجُودِ والعَدَمِ جَمِيعًا، كقَوْلِكَ: «بالإمْكانِ الخاصِّ كُلُّ إنْسانٍ ضاحِكٌ» و«بالإمْكانِ الخاصِّ لا شَيْءَ مِنَ الإنْسانِ بضاحِكٍ».

Murakkabah adalah [muwajjahah] yang tersusun dari dan . Penamaannya sebagai mujabah atau salibah ditentukan oleh bagian pertamanya. Jika bagian pertama mujabah, seperti ucapanmu “Secara pasti setiap penulis bergerak jari-jarinya selama ia menulis, tidak selalu”, ia disebut mujabah; dan jika bagian pertama salibah, seperti ucapan kita “Secara pasti tidak satu pun penulis diam jari-jarinya selama ia menulis, tidak selalu”, ia disebut salibah. Di antara murakkabah adalah masyruthah : yaitu masyruthah 'ammah dengan batasan la dawam (tidak selalu) menurut ; contohnya, mujabah dan salibah, telah lalu. Di antaranya 'urfiyyah khashshah: yaitu 'urfiyyah 'ammah dengan batasan la dawam menurut dzat; seperti engkau berkata “Selalu setiap penulis bergerak jari-jarinya selama ia menulis, tidak selalu” dan “Selalu tidak satu pun penulis diam jari-jarinya selama ia menulis, tidak selalu”. Di antaranya wujudiyyah la dharuriyyah: yaitu muthlaqah 'ammah dengan batasan la dharurah (tidak pasti) menurut dzat; seperti ucapan kita “Setiap manusia adalah penulis , tidak secara pasti” untuk ijab, dan “Tidak satu pun manusia adalah penulis bil fi'l, dan tidak secara pasti” untuk salb. Di antaranya wujudiyyah la da'imah: yaitu muthlaqah 'ammah dengan batasan la dawam menurut dzat; seperti ucapanmu untuk ijab “Setiap manusia tertawa bil fi'l, tidak selalu”, dan ucapanmu untuk salb “Tidak satu pun manusia tertawa bil fi'l, tidak selalu”. Di antaranya waqtiyyah: yaitu waqtiyyah muthlaqah apabila dibatasi dengan la dawam menurut dzat; seperti ucapan kita “Secara pasti setiap bulan mengalami gerhana pada waktu bumi berada di antara bulan dan matahari, tidak selalu” dan “Secara pasti tidak satu pun bulan mengalami gerhana pada waktu tarbi', tidak selalu”. Di antaranya muntasyirah: yaitu muntasyirah muthlaqah yang dibatasi dengan la dawam menurut dzat; contohnya: “Secara pasti setiap manusia bernapas pada suatu waktu, tidak selalu” dan “Secara pasti tidak satu pun manusia bernapas pada suatu waktu, tidak selalu”. Di antaranya mumkinah khashshah: yaitu yang di dalamnya diputuskan bahwa kepastian mutlak terangkat dari kedua sisi sekaligus, sisi ada dan sisi tidak ada; seperti ucapanmu “Dengan imkan khash (kemungkinan khusus) setiap manusia tertawa” dan “Dengan imkan khash tidak satu pun manusia tertawa”.

al-Mirqāt · hlm. 28

فصل

اللّادَوامُ إشارَةٌ إلى مُطْلَقَةٍ عامَّةٍ، واللّاضَرُورَةُ إشارَةٌ إلى مُمْكِنَةٍ عامَّةٍ؛ فإذا قُلْتَ: «كُلُّ إنْسانٍ مُتَعَجِّبٌ بالفِعْلِ لا دائِمًا» فكأنّكَ قُلْتَ: «كُلُّ إنْسانٍ مُتَعَجِّبٌ بالفِعْلِ، ولا شَيْءَ مِنَ الإنْسانِ بمُتَعَجِّبٍ بالفِعْلِ»، وإذا قُلْتَ: «كُلُّ حَيَوانٍ ماشٍ بالفِعْلِ لا بالضَّرُورَةِ» فكأنّكَ قُلْتَ: «كُلُّ حَيَوانٍ ماشٍ بالفِعْلِ، ولا شَيْءَ مِنَ الحَيَوانِ بماشٍ بالإمْكانِ».

La dawam (tidak selalu) adalah isyarat kepada suatu muthlaqah 'ammah, dan la dharurah (tidak pasti) adalah isyarat kepada suatu mumkinah 'ammah. Maka jika engkau berkata “Setiap manusia heran , tidak selalu”, seakan-akan engkau berkata “Setiap manusia heran bil fi'l, dan tidak satu pun manusia heran bil fi'l”; dan jika engkau berkata “Setiap hewan berjalan bil fi'l, tidak secara pasti”, seakan-akan engkau berkata “Setiap hewan berjalan bil fi'l, dan tidak satu pun hewan berjalan dengan imkan (kemungkinan)”.

al-Mirqāt · hlm. 29

Uji dirimu

3 soal tentang apa yang dijelaskan syarah. Dengan nilai 6 dari 10 atau lebih (dua bintang), pelajaran berikutnya terbuka.

  1. Soal 1

    Bagaimana qadhiyyah muwajjahah murakkabah dinamai mujabah atau salibah?

  2. Soal 2

    Apa yang diputuskan dalam mumkinah khashshah?

  3. Soal 3

    Dalam “Setiap manusia heran bil fi'l, tidak selamanya”, apa arti tambahan “tidak selamanya”?

Pelajaran berikutnya: Qadhiyyah syarthiyyah

Lanjutkan →