Beranda / Tashdiq / Syarthiyyah munfashilah
Terkunci
Syarthiyyah munfashilah المُنْفَصِلَة
BerandaTashdiq · Qadhiyyah · 8 dari 10
Syarthiyyah munfashilah
al-munfaṣila
المُنْفَصِلَة
memutuskan bahwa dua saling menolak, atau tidak saling menolak.
Penjelasan
“Bilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil.”
Juga ditulis: munfashilah, munfasilah.
Dalam teks
وَهِيَ إِمَّا حَمْلِيَّةٌ كَقَوْلِنَا: زَيْدٌ كَاتِبٌ، وَإِمَّا شَرْطِيَّةٌ مُتَّصِلَةٌ كَقَوْلِنَا: إِنْ كَانَتِ الشَّمْسُ طَالِعَةً فَالنَّهَارُ مَوْجُودٌ، وَإِمَّا شَرْطِيَّةٌ مُنْفَصِلَةٌ كَقَوْلِنَا: الْعَدَدُ إِمَّا أَنْ يَكُونَ زَوْجًا أَوْ فَرْدًا.Ia adakalanya hamliyyah, seperti “Zayd adalah penulis”; adakalanya syarthiyyah muttashilah, seperti “Jika matahari telah terbit, maka hari telah siang”; dan adakalanya syarthiyyah munfashilah, seperti “Bilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil.”وَالْمُنْفَصِلَةُ إِمَّا حَقِيقِيَّةٌ كَقَوْلِنَا: الْعَدَدُ إِمَّا زَوْجٌ وَإِمَّا فَرْدٌ.Munfashilah adakalanya haqiqiyyah (yang sebenarnya), seperti “Bilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil.”وَهِيَ إِمَّا مَانِعَةُ الْجَمْعِ وَالْخُلُوِّ مَعًا كَمَا ذَكَرْنَا، وَإِمَّا مَانِعَةُ الْجَمْعِ فَقَطْ كَقَوْلِنَا: هَذَا الشَّيْءُ إِمَّا أَنْ يَكُونَ شَجَرًا أَوْ حَجَرًا، وَإِمَّا مَانِعَةُ الْخُلُوِّ فَقَطْ كَقَوْلِنَا: زَيْدٌ إِمَّا أَنْ يَكُونَ فِي الْبَحْرِ، وَإِمَّا أَنْ لَا يَغْرَقَ.Ia adakalanya mencegah keduanya berkumpul dan juga mencegah keduanya sama-sama tidak ada, seperti contoh tadi; adakalanya hanya mencegah keduanya berkumpul, seperti “Benda ini adakalanya pohon, adakalanya batu”; dan adakalanya hanya mencegah keduanya sama-sama tidak ada, seperti “Zayd adakalanya berada di laut, adakalanya tidak tenggelam.”وَقَدْ تَكُونُ الْمُنْفَصِلَاتُ ذَوَاتِ أَجْزَاءٍ كَقَوْلِنَا: الْعَدَدُ إِمَّا زَائِدٌ أَوْ نَاقِصٌ أَوْ مُسَاوٍ.Munfashilah bisa punya lebih dari dua bagian, seperti “Bilangan itu adakalanya berlebih, kurang, atau sempurna.”وَإِمَّا مِنَ الْمُنْفَصِلَتَيْنِ كَقَوْلِنَا: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌ، وَكُلُّ زَوْجٍ فَهُوَ إِمَّا زَوْجُ الزَّوْجِ أَوْ زَوْجُ الْفَرْدِ، يُنْتِجُ: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا فَرْدٌ أَوْ زَوْجُ الزَّوْجِ أَوْ زَوْجُ الْفَرْدِ.atau dari dua munfashilah, seperti “Setiap bilangan adakalanya genap, adakalanya ganjil; dan setiap bilangan genap adakalanya genap-genap, adakalanya genap-ganjil”, yang menghasilkan “Setiap bilangan adakalanya ganjil, genap-genap, atau genap-ganjil”;وَإِمَّا مِنْ حَمْلِيَّةٍ وَمُنْفَصِلَةٍ، كَقَوْلِنَا: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌ، وَكُلُّ زَوْجٍ فَهُوَ مُنْقَسِمٌ بِمُتَسَاوِيَيْنِ، يُنْتِجُ: كُلُّ عَدَدٍ إِمَّا فَرْدٌ أَوْ مُنْقَسِمٌ بِمُتَسَاوِيَيْنِ؛atau dari hamliyyah dan munfashilah, seperti “Setiap bilangan adakalanya genap, adakalanya ganjil; dan setiap bilangan genap terbagi menjadi dua bagian yang sama”, yang menghasilkan “Setiap bilangan adakalanya ganjil, adakalanya terbagi menjadi dua bagian yang sama”;أَوْ مِنْ مُتَّصِلَةٍ وَمُنْفَصِلَةٍ، كَقَوْلِنَا: كُلَّمَا كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ حَيَوَانٌ، وَكُلُّ حَيَوَانٍ فَهُوَ إِمَّا أَبْيَضُ أَوْ أَسْوَدُ، يُنْتِجُ: كُلَّمَا كَانَ هَذَا إِنْسَانًا فَهُوَ إِمَّا أَبْيَضُ أَوْ أَسْوَدُ.atau dari muttashilah dan munfashilah, seperti “Setiap kali ini manusia, maka ia hewan; dan setiap hewan adakalanya putih, adakalanya hitam”, yang menghasilkan “Setiap kali ini manusia, maka ia adakalanya putih, adakalanya hitam.”وَإِنْ كَانَتْ مُنْفَصِلَةً فَاسْتِثْنَاءُ عَيْنِ أَحَدِ الْجُزْءَيْنِ يُنْتِجُ نَقِيضَ التَّالِي، كَقَوْلِنَا: الْعَدَدُ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌ، لَكِنَّهُ زَوْجٌ، يُنْتِجُ: أَنَّهُ لَيْسَ بِفَرْدٍ، أَوْ لَكِنَّهُ فَرْدٌ، يُنْتِجُ: أَنَّهُ لَيْسَ بِزَوْجٍ، وَاسْتِثْنَاءُ نَقِيضِ أَحَدِهِمَا يُنْتِجُ عَيْنَ الثَّانِي.Jika ia berupa munfashilah, maka menetapkan salah satu dari kedua bagiannya menghasilkan naqidh bagian yang lain, seperti “Bilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil; tetapi ia genap”, yang menghasilkan “Ia tidak ganjil”; atau “tetapi ia ganjil”, yang menghasilkan “Ia tidak genap.” Dan menetapkan naqidh salah satunya menghasilkan bagian yang lain.Contoh
- العَدَدُ إِمَّا زَوْجٌ أَوْ فَرْدٌBilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil
Istilah terkait
Latihan
Uji dirimu tentang Qadhiyyah.
Ke latihan · 8 soalUji dirimu
3 soal. Dengan nilai 6 dari 10 atau lebih (dua bintang), istilah berikutnya terbuka.
Soal 1
Apa yang diputuskan syarthiyyah munfashilah?
memutuskan apakah dua bisa berkumpul, seperti dalam “Bilangan itu adakalanya genap, adakalanya ganjil”.
Soal 2
Manakah yang merupakan syarthiyyah munfashilah?
“Adakalanya … adakalanya” mempertentangkan dua , maka ia ; kalimat dengan “jika” adalah , dan yang terakhir .
Soal 3
Contoh al-Abharī “Benda ini adakalanya pohon, adakalanya batu” mencegah apa?
هَذَا الشَّيْءُ إِمَّا أَنْ يَكُونَ شَجَرًا أَوْ حَجَرًا
Suatu benda tidak bisa sekaligus pohon dan batu, tetapi bisa bukan keduanya (misalnya hewan), maka ini hanya mencegah keduanya berkumpul.
Berikutnya: Tanaqudh التَّنَاقُض
Lanjutkan →