Beranda / Jalur Utsmani · tingkat 2 / Pelajaran 17 dari 17

Terkunci

Empat shina'ah lainnya

Kembali ke Tingkat 2

Pratinjau

Sekilas pelajaran 17 dari tingkat 2. Tingkat 2 terbuka setelah tingkat 1; sampai saat itu kamu bisa membaca pelajaran ini, tetapi ujinya dan jalan selanjutnya tetap tertutup.

Jalur Utsmani · tingkat 2 · Sharḥ Īsāghūjī · Pelajaran 17 dari 17

Empat shina'ah lainnya

Lima shina'ah · Matan 55–59

الصِّنَاعَات الخَمْس

Teks bahasa Arab menurut cetakan Beirut · terjemahan The Mantiqi, draf

Tentang teks ini

Sharḥ Īsāghūjī شَرْحُ إِيساغُوجِي

Ḥusām al-Dīn al-Kātī (d. ca. 760/1359)

Teks
Arab: Sharḥ matn al-Īsāghūjī fī al-manṭiq, with notes by Qāsim Naʿīm al-Ḥanafī (not reproduced), Dār al-Kutub al-ʿIlmiyya, Beirut Lihat pindaian
Terjemahan
Karya The Mantiqi sendiri; draf.
Tinjauan
Draf, menunggu tinjauan Ustadh Muhammad Yusuf.

Matan

وَالْجَدَلُ هُوَ: قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ مَشْهُورَةٍ أَوْ مُسَلَّمَةٍ عِنْدَ النَّاسِ أَوْ عِنْدَ الْخَصْمَيْنِ، كَقَوْلِنَا: الْعَدْلُ حَسَنٌ، وَالظُّلْمُ قَبِيحٌ.

adalah yang tersusun dari yang , atau yang diakui oleh orang banyak atau oleh dua pihak yang berdebat, seperti “Keadilan itu baik, dan kezaliman itu buruk.”

Kalimat 55

وَالْخَطَابَةُ هِيَ: قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ مَقْبُولَةٍ مِنْ شَخْصٍ مُعْتَقَدٍ فِيهِ أَوْ مَظْنُونَةٍ.

adalah yang tersusun dari yang diterima dari orang yang dipercaya, atau yang hanya berupa dugaan.

Kalimat 56

وَالشِّعْرُ: قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ مَقْبُولَةٍ مُتَخَيَّلَةٍ تَنْبَسِطُ مِنْهَا النَّفْسُ أَوْ تَنْقَبِضُ.

adalah yang tersusun dari yang diterima dan berupa khayalan, yang membuat jiwa menjadi lapang atau sempit.

Kalimat 57

وَالْمُغَالَطَةُ: قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ كَاذِبَةٍ شَبِيهَةٍ بِالْحَقِّ أَوْ بِالْمَشْهُورِ، أَوْ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ وَهْمِيَّةٍ كَاذِبَةٍ.

adalah yang tersusun dari salah yang mirip dengan kebenaran atau mirip dengan yang , atau dari muqaddimah yang salah.

Kalimat 58

وَالْعُمْدَةُ هُوَ الْبُرْهَانُ لَا غَيْرُ. انْتَهَى.

Yang bisa dijadikan pegangan hanyalah , bukan yang lain. Selesai.

Kalimat 59

Syarah Ḥusām al-Dīn al-Kātī

قالَ: والجدلُ: قياسٌ مُؤلّفٌ من مُقدّماتٍ مشهورةٍ، والخطابةُ: قياسٌ مُؤلّفٌ من مُقدّماتٍ مقبولةٍ من شَخْصٍ مُعتَقَدٍ فيه، أو مظنونة، والشِّعرُ: قياسٌ مُؤلّفٌ من مقدماتٍ مُتخيَّلةٍ تَنْبسطُ منها النَّفسُ نحو: الخمرُ ياقوتةٌ سَيَّالَةٌ، أو تَنقبضُ نحو: العَسلُ مُرَّةٌ مُهوِّعةٌ، والمغالطةُ: قياسٌ مُؤلّفٌ من مُقدِّماتٍ كاذبةٍ شبيهةٍ بالحقِ، أو مُقدِّماتٍ وهميةٍ كاذبةٍ، والعَمدةُ هو البُرهانُ لا غيرُ، وَليكُنْ هذا آخرَ الرِّسالةِ.

أَقُولُ: من الاصطلاحاتِ المنطقيَّةِ المذكورةِ الجَدلُ: وهو قياسٌ مؤلّفٌ من مقدِّماتٍ مشهورةٍ كالمقدِّماتِ التي ذكرناها في اليقينيَّات، والغرَضُ من ترتيبها إلزامُ الخصم، وهو ظاهرٌ، ومنها الخَطَابَة: وهو قياسٌ مؤلّفٌ من مقدماتٍ مقبولةٍ من شخصٍ مُعتَقَدٍ فيه، أو مظنونة، والغرضُ منهما ترغيبُ الناسِ فيما يَنفعُهم من أمورِ معاشِهم كما يفعلُهُ الخُطباءُ والوُعَّاظُ، ومنها الشِّعرُ: وهو قياسٌ مُؤلّفٌ من مقدِّماتٍ تنبسطُ منها النفسُ، أو تنقبضُ كما إذا قيلَ: الخمرُ ياقوتةٌ سيَّالةٌ انبسطت النَّفسُ ورغبتْ في شربها، وإذا قيل: العسلُ مُرَّةٌ مُهوِّعةٌ انقبضت النفسُ وتنفَّرت عن أكلها، ومنها المُغالطةُ: وهي قياسٌ مؤلّفٌ من مقدِّماتٍ كاذبةٍ شبيهةٍ بالحقِّ، أو بالمشهورةِ، أو من مقدّماتٍ وهميةٍ كاذبةٍ، والغلطُ: إمَّا من جهةِ الصُّورةِ، أو من جهةِ المعنى، أَمَّا ما يكونُ من جهةِ الصورةِ فكقولنا لصورةِ الفرسِ المنقوشةِ على الجدارِ: إنَّها فرسٌ وكلُّ فرسٍ صَهَّالٌ، ينتجُ أن تلك الصورةَ صهَّالة، وأمَّا ما يكون من جهةِ المعنى فكقولنا: كلُّ إنسانٍ وفرسٍ فهو إنسانٌ، وكلُّ إنسانٍ وفرسٍ فهو فرسٌ، ينتجُ بعضُ الإنسانِ فرسٌ. اعلم أَنَّ ما عليه الاعتمادُ والتَّعويلُ من هذه القياسات إنما هو البرهانُ، لكونهِ مُركَّباً من المقدّماتِ اليقينيَّة، وليكنْ هذا آخرَ ما كتبناهُ من الأوراقِ لإيضاح ما في كتابِ إيساغوجي.

Di antara istilah-istilah yang disebutkan adalah : yang tersusun dari yang , seperti muqaddimah-muqaddimah yang telah kami sebutkan dalam [pembahasan] ; tujuan menyusunnya adalah membungkam lawan, dan hal itu jelas. Di antaranya : qiyas yang tersusun dari muqaddimah “yang diterima dari orang yang dipercaya, atau yang hanya berupa dugaan”. Tujuan dari keduanya [kedua macam muqaddimah itu] adalah membuat orang-orang suka kepada apa yang bermanfaat bagi mereka dalam urusan penghidupan mereka, seperti yang dilakukan para khatib dan pemberi nasihat. Di antaranya : qiyas yang tersusun dari muqaddimah yang membuat jiwa menjadi lapang atau sempit. Jika dikatakan “Khamar adalah yaqut yang mengalir”, jiwa menjadi lapang dan ingin meminumnya; dan jika dikatakan “Madu itu pahit dan membuat muntah”, jiwa menjadi sempit dan enggan memakannya. Di antaranya : qiyas yang tersusun dari muqaddimah salah yang mirip dengan kebenaran atau mirip dengan yang masyhur, atau dari muqaddimah yang salah. Kesalahannya adakalanya dari sisi bentuk, adakalanya dari sisi makna. Dari sisi bentuk, seperti ucapan kita tentang gambar kuda yang dilukis di tembok: “Ini kuda, dan setiap kuda itu meringkik”, yang menghasilkan “Gambar itu meringkik.” Dari sisi makna, seperti ucapan kita: “Setiap yang manusia dan kuda adalah manusia, dan setiap yang manusia dan kuda adalah kuda”, yang menghasilkan “Sebagian manusia adalah kuda.” Ketahuilah bahwa di antara qiyas-qiyas ini, yang bisa dijadikan sandaran dan pegangan hanyalah , karena ia tersusun dari muqaddimah yang yakin. Semoga ini menjadi akhir dari lembaran-lembaran yang kami tulis untuk menjelaskan isi kitab .

Sharḥ Īsāghūjī · hlm. 75

Uji dirimu

3 soal tentang apa yang dijelaskan syarah. Dengan nilai 6 dari 10 atau lebih (dua bintang), pelajaran berikutnya terbuka.

  1. Soal 1

    Menurut al-Kātī, apa tujuan menyusun muqaddimah-muqaddimah dalam jadal?

  2. Soal 2

    “Ini kuda, dan setiap kuda itu meringkik”, diucapkan tentang gambar kuda yang dilukis di tembok, sehingga “gambar itu meringkik”. Di mana al-Kātī menempatkan kesalahan mughalathah ini?

  3. Soal 3

    Bagaimana al-Kātī menggambarkan muqaddimah-muqaddimah syi'r?

    الخمرُ ياقوتةٌ سيَّالةٌ

Ini pelajaran terakhir jalur 2.

Kembali ke Tingkat 2